Home Blog

Bupati Dan Wakil Bupati Musi Rawas Gelar Halal Bihalal Melalui Vidcon Dengan Unsur Forkopimda

0

MUSI RAWAS, MP – Dalam perayaan Hari Idul Fitri 1441, Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan dan Wakil Bupati Hj Suwarti Burlian menggelar Halal Bihalal melalui Video Conference (Vidcon). Meski di tengah Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), namun Bupati dan Wakil Bupati tetap menjalin tali silaturahim.

Halal Bihalal diikuti Ketua DPRD, Kapolres Mura, Dandim 0406, Kepala OPD, Kepala Dinas, Camat serta unsur Forkopimda Kabupaten Musi Rawas. Senin (25/05/2020) di Rumah Dinas Pendopo Pemkab Mura.

Dalam kesempatan ini Bupati H Hendra Gunawan mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Bupati mengatakan, tradisi bersalaman-salaman atau halal bihalal pada Idul fitri tahun ini kita ganti dengan silahturahmi melalui Vidcon ini, karena kita dalam situasi pandemi COVID-19.

Dalam silahturahmi tersebut, Bupati H Hendra Gunawan mendengarkan satu persatu ucapan Idul Fitri dengan diiringi pantun-pantun yang diucapkan setiap pejabat teras dilingkungan Pemkab Musi Rawas.

“Biasanya kita menyelenggarakan open house, tapi ini pertama kalinya, kita melakukan open house secara digital atau halal bihalal dengan bentuk video conference, yang terpenting pesan dan maknanya sampai ke hati kita masing-masing,” ucap Bupati H Hendra Gunawan.

Ditempat yang berbeda, Wakil Bupati Hj Suwarti Burlian, atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan Minal aidin wa faidzin mohon maaf lahir dan batin selamat hari raya idul fitri 1441 H.

“Matahari terbit di pagi hari, cahayanya menerangi bumi, selamat hari raya idul Fitri, semoga Allah selalu memberkahi,” ucap pantun yang dibacakan Wakil Bupati.(*)

Kabar Gembira, 16 Pasien Terkonfirmasi Positif Dinyatakan Sembuh

0

LUBUKLINGGAU, MP – Ada kabar menggembirakan terkait penanganan kasus virus Corona atau Covid -19 di Kota Lubukinggau. Apa itu? Dari 55 orang yang dinyatakan positif (data pertanggal 24 Mei), 16 orang diantaranya dinyatakan sembuh.

Bahkan dalam beberapa hari kedepan, diyakini tingkat kesembuhan para pasien semakin bertambah, seiring dengan gencarnya upaya Pemkot Lubuklinggau dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Keterangan kesembuhan para pasien ini disampaikan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe melalui juru bicara GTPP, dr Jeannita Sri A Purba, Senin (25/5).

Menurut dr Jean, selain 16 orang dinyatakan sembuh, disisi lain baik OTG, ODP dan PDP yang berjumlah 20 orang juga dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang dari Rumah Sehat Silampati (RSS) 1 Hotel Hakmaz Taba, ke tempat masing-masing.

Ditambahkannnya 16 kasus konfirmasi positif yang sembuh itu berasal dari empat lokasi berbeda yakni tiga orang dari RSMH Palembang, satu orang dari RS Siti Aisyah (RSSA), satu orang isolasi mandiri dan 11 orang dari RSS.

“Yang sangat membahagiakan kita, menurut dokter yang bertugas di RSS 1 Hotel Hakmaz Taba, kemungkinan dalam beberapa hari kedepan akan semakin banyak kasus konfirmasi positif, OTG, ODP dan PDP dinyatakan sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala,” terangnya. (*)

Anggota DPR-RI Fauzi H. Amro Bersama BI Bagikan 1000 Paket Sembako

0

MUSIRAWAS, MP – Penyaluran bantuan sosial yang dilakukan oleh Anggota DPR-RI Fauzi H. Anro bersama Bank Indonesia berupa sembako atas dampak pandemi covid-19 yang sedang mewabah, kamis 22/05/20

Fauzi H.Amro Anggota DPR-RI diwakili ketua yayasan SAFA Mandiri Madani “Al Hayat” menyampaikan, pembagian sembako yang kita lakukan hari ini merupakan kegiatan reses mensosialisasikan otoritas OJK dan memberikan 1000 paket sembako kepada masyarakat yang sedang terdampak pandemi saat ini,

Pembagian yang berlangsung di Kabupaten Musi rawas, Desa Napal Melintang, Desa Taba Rena, Desa Taba Remanik, Desa Y Ngadirejo, Desa Tanah Periuk dan Kabupaten Muratara, Desa kerta dewa, Desa Pulau Lebar Desa Jangkat, Desa Pulau Kidak Desa Sosokan, Desa Karang Anyar, Desa Karang Waru.

Al Hayat mejelaskan sembako yang di berikan berupa beras, minyak sayur, sirup marjan, sirup ABC, mie instan, kecap manis, saos indofood, sarden, telur, kopi, gula, susu dan teh sari wangi.

Penyaluran sembako, kami berikan kepada masyarakat yang memang membutuhkan di tengah mewabahnya pandemi Covid 19, kita juga mensosialisasikan OJK kepada para UKM seperti pedagang, bengkel, konter, penggilingan kopi yang saat ini ikut terdampak pandemi Virus Corona (Covid-19)

Al Hayat mengajak masyarakat agar tetap mematuhi aturan dari pemerintah tetap di rumah, selalu menjaga jarak, cuci tangan, bila bepergian tetap menggunakan masker, dalam rangka untuk memutuskan mata rantai penyebaran Virus Corona.

Fauzi H.Amro melalui Al Hayat mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1441 H minal Minal ‘Aidin wal-Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin (Dom)

Bahet Edi Kuswoyo Akan Membagi Sembako Lagi Untuk Warga Terdampak Covid 19

0

LUBUKLINGGAU, MP – Ketua Umum Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kota Lubuklinggau, Musirawas dan Muratara Bahet Edi Kuswoyo, akan membagi sembako lagi untuk masyarakat yang terdampak Virus Corona (Covid 19).

Bahet Menjelaskan Sangat Bersyukur dan berterimakasih kepada para donatur dan orang darmawan, yang mempercayakan bantuannya kepada kami, baik dalam bentuk uang maupun paket sembako.

Senyuman Kebahagiaan terlihat di Wajah Bahet saat diwawancara, karena bisa ikut berpartisipasi dalam menyalurkan bantuan sembako untuk masyarakat yang memang membutuhkannya. ungkapnya

Agar tidak salah sasaran, saya turun langsung secara door to door ke rumah warga dan membagikan langsung paket sembako untuk meringankan beban hidup warga pra sejahtera agar tetap bisa bertahan di masa pandemi Covid-19.

Bahet mengajak masyarakat agar tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19, Jaga Jarak, selalu cuci tangan dengan sabun, selalu pakai masker bila keluar rumah, dan lakukan perilaku hidup sehat.

Mari lah kita berdoa’a kepada Allah Subhanahuwata’ala semoga kita semua terlindung dari wabah Coronavirus, dengan tetap menjaga kewaspadaan terhadap paparan COVID-19 di tengah tengah kita, tutupnya (Dom)

Wakil Bupati Mura Bagikan Paket Bansos Sempurna Door To Door

0

MUSIRAWAS, MP-Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas, Propinsi Sumtera Selatan, secara langsung membagikan Paket Bantuan Sosial Sempurna kepada masyarakat yang terdampak covid-19 di Desa Bamasco Kecamatan Tuah Negeri, Kamis 21/5/2020

Di katakan Wabup Hj Suwarti kegiatan Pembagian sembako langsung kerumah masyarakat tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan pendistribusian paket bansos sempurna sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Agar tidak salah sasaran, saya turun langsung secara door to door ke rumah warga dan membagikan langsung paket bansos sempurna untuk meringankan beban hidup warga pra sejahtera agar tetap bisa bertahan di masa pandemi Covid-19.

Pembagian bansos ini, saya langsung ke rumah masyarakat untuk memastikan paket bansos sempurna dibagikan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.” Kata Wabup.

Wakil Bupati Musirawas Suwarti berharap Semoga bantuan ini bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak covid-19 di Kabupaten Musi Rawas.(*)

Musi rawas Mengalami Peningkatan Penularan Covid 19, Shalat Idul Fitri Di rumah

0

MUSIRAWAS, MP – Sehubungan penularan Covid-19 di Kabupaten Musi Rawas semakin hari mengalami peningkatan, Bupati Kabupaten Musi Rawas (Mura) H Hendra Gunawan.

Bersama Kepala Kantor Kementerian Agama H Hermadi dan Ketua MUI, KH Imam Aspali melakukan penandatanganan Kesepakatan Ajakan Bersama terkait Larangan Penyelenggaraan Takbiran dan Shalat Idul Fitri 1441 H Tahun 2020 di Kabupaten Musi Rawas. Rabu (20/05/2020) di Kantor Kemenag Mura.

Pelaksanakan Shalat Idul Fitri 1441 H, di rumah masing-masing baik, secara berjamaah dengan keluarga inti, maupun secara sendirian (Munfarid) baik dengan menggunakan khutbah, tanpa menggunakan khutbah, berpedoman pada panduan tata cara shalat idul fitri dirumah berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Melaksanakan takbiran dan aktivitas ibadah lainnya dirumah masing-masing sejak tenggelamnya matahari diakhir Ramadhan hingga dilaksanakannya Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H/2020 M.

Adapun dasar dari penandatanganan ini, pertama arahan Presiden Republik Indonesia dan beberapa Menteri terkait serta dalam rangka menjaga dan melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.

Kedua Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H ditengah Pandemi Covid-19.

Dan yang Ketiga, Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiyat Takbir dan Shalat Idul Fitri 1441 H disaat Pandemi Covid-19. Dan keempat terkait Perkembangan data dari Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Wilayah Kabupaten Musi Rawas.(*)

Menyoal Distribusi dan Produksi Pangan

0

Nikolai D. Kondratieff, seorang ekonom Uni Soviet dalam bukunya The Major Economic Cycles memunculkan konsep tentang teori gelombang panjang pada tahun 1925. Teori ini menjelaskan siklus jeda saling bergantian antara peninggian dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Hingga minggu terakhir bulan Ramadahan 1441 H tidak ada pihak yang dapat memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Ini berarti bahwa tidak ada satu negara pun yang mampu memastikan perekonomian negaranya menjadi normal kembali.

Perekonomian dunia menurut teori gelombang panjang Kondratieff saat ini sedang mengalami siklus perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dalam menghadapi siklus ini, selain sektor kesehatan publik negara wajib memprioritaskan ketahanan pangan untuk warganya.

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Definisi ketahanan pangan diatas termaktub dalam Undang-Undang (UU) no 12 tahun 2012 tentang pangan Bab 1 Ayat 1.

Organisasi pangan dunia (FAO) memperingati negara-negara didunia terkait ancaman ketahanan pangan dunia sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Pemerintah Indonesia menanggapi peringatan FAO dengan menjamin ketersediaan sebelas komoditi bahan pokok nasional.

Komiditi tersebut adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, telur ayam, daging ayam, gula, serta minyak goreng.

Berdasarkan perkiraan produksi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Maret-Mei, diperkirkan ketersediaan beras sebanyak 15,3 juta ton dengan kebutuhan 7,6 juta ton. Ketersediaan jagung sebanyak 10,2 juta ton dengan kebutuhan 5,9 juta ton.

Ketersediaan bawang merah sebanyak 587.780 ton dengan kebutuhan 347.387 ton, bawang putih tersedia 265.998 ton dengan kebutuhan 150.592 ton, cabai besar tersedia 311.099 ton dengan kebutuhan 277.548 ton, cabai rawit tersedia 325.804 untuk kebutuhan 257.900 ton.

Untuk daging sapi/kerbau tersedia 264.589 ton dengan kebutuhan 201.730 ton, daging ayam tersedia 1,08 juta ton untuk kebutuhan 881.204 ton, telur ayam tersedia 1,3 juta ton dengan kebutuhan 1,28 juta ton. Selanjutnya gula pasir tersedia 1,27 juta ton dengan kebutuhan 708.148 ton, lalu minyak goreng tersedia 14,9 juta ton dengan kebutuhan 2,11 juta ton.

Ketersediaan pangan merupakan akumulasi dari total produksi pangan dalam negeri, impor pangan, cadangan pangan dan bantuan pangan. Sebagai warga negara, kita harus mengapresiasi usaha pemerintah menjamin ketersediaan pangan pokok (food availability) nasional di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah sentra produksi pangan.

Setelah menjamin ketersediaan pangan pemerintah harus mampu mendistribusikan pangan ke seluruh pelosok tanah air. Pendistribusian pangan juga merupakan salah satu cara menjaga stabilitas harga. Jika distribusi terganggu maka akan terjadi instabilitas harga pangan.

Distribusi pangan antar wilayah menjadi tugas berat pemerintah karena secara geografi Indonesia merupakan negara kepulauan. Belum lagi penerapan PSBB yang memiliki dasar hukum UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, sedikit banyak menyebabkan sejumlah jalur distribusi pangan terganggu.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia dikarunia Tuhan YME dengan keragaman komoditas pangan setiap daerah. Sejak dulu, sudah terbentuk sentra pangan yang khas dan tidak sama antar daerah. Ada daerah yang surplus suatu komoditas pangan dan ada juga yang defisit.

Perhitungan nilai dan surplus sebelas bahan pangan pokok tertera dalam neraca bahan pangan daerah. Berdasarkan fakta diatas maka sistem produksi dan distribusi pangan menjadi penting di Republik ini.

Menjalankan sistem distribusi dan logistik ke wilayah kepulauan menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi pemerintah saat pandemi Covid-19. Oleh karenanya Presiden Joko Widodo menekankan manajemen distribusi beras menjadi kunci bagi mitigasi dan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu upaya mitigasi pangan adalah dengan mengkalkulasi secara detail mengenai ketersediaan stok beras, dengan memperhitungkan stok di masyarakat, penggilingan, gudang dan di Bulog.

Salah satu upaya yang bisa kita lakukan sebagai warga negara dalam membantu pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional adalah dengan melakukan pertanian keluarga (family farming).

Pertanian keluarga adalah usaha memanfaatkan dan mengelola potensi lahan kosong di rumah dengan menanam di dalam pot, hidroponik, ataupun aeroponik.

Adapun beberapa manfaat dari pertanian keluarga saat pandemi Covid-19 adalah pertama menjadi jaring pengaman sosial (JPS) berbasis pekarangan di setiap rumah tangga. Kedua memperkuat ketahanan pangan skala lokal.

Alasannya karena setiap keluarga kembali mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat keluarga, hortikultura, umbi-umbian, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Ketiga, meningkatkan produktifitas masyarakat di Bulan Ramadhan. Kegiatan bercocoktanam di pekarangan sifatnya produktif dan menyehatkan karena membuat anggota keluarga terpapar sinar matahari pagi yang mengandung sinar ultraviolet.
Keempat menjadi salah satu bentuk usaha penguatan mental masyarakat di tengah tekanan stres akibat menganggur. Kelima menjadi media pembelajaran bagi anak-anak usia sekolah dalam praktik bercocok tanam.

Upaya memproduksi pangan mandiri pernah dilakukan oleh rakyat Amerika Serikat di era perang dunia I. Amerika Serikat dan sekutu mencetuskan kampanye berkebun mandiri untuk menjaga ketahanan pangan. Perang dunia I telah mengubah pola konsumsi rakyat Amerika Serikat dan sekutu yang semula bergantung pada negara untuk pemenuhan konsumsi harian menjadi penghasil sayur, buah, dan sumber protein.

Saat itu jumlah petani berkurang drastis akibat perekrutan prajurit dan lahan pertanian juga hancur karena serangan lawan perang. Sementara cadangan pangan negara harus digunakan untuk memenuhi pasokan pangan tentara di medan perang. Ketika perang dunia I perekonomian juga berada dalam siklus perlambatan pertumbuhan seperti yang saat ini kita rasakan.

Penulis adalah Prima Gandhi, Staf Pengajar Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi Manajemen, IPB University.

Kasus Positif Di Kabupaten Musirawas Bertambah 7 Orang

0

MUSIRAWAS, MP-Berdasarkan press release gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan Tanggal 19 Mei 2020 Pukul 16.00 WIB.

Terdapat Penambahan 7 (Tujuh) kasus konfirmasi positif covid-19 sehingga Total Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Musi Rawas berjumlah 15 (lima belas) Kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Musi Rawas drg Hj Mipta Hulummi, Menjelaskan dari kasus konfirmasi Positif berjum’lah 7 orang.

Kasus 09 laki-laki umur 14 hari (Megang Sakti) kasus 10 laki-laki umur 14 hari (Kecamatan Megang sakti) kasus 11 perempuan 28 tahun (Kecamatan Megang Sakti).

Kasus 12 perempuan 26 tahun (Kecamatan Jayaloka) kasus 13 perempuan 29 tahun (Kecamatan Megang Sakti) kasus 14 perempuan 34 tahun (Kecamatan Tugu Mulyo) Kasus 15 laki-laki 26 tahun (Kecamatan Megang Sakti).

Sedangkan PDP berjumlah 5 pasien dan ODP berjumlah 25 orang dengan rincian selesai pemantauan 17 orang dan dalam proses pemantauan 8 orang.(Rls/dom)

Pembagian Bantuan Sembako Tahap III, Diawali Kecamatan Linggau Barat I

0

LUBUKLINGGAU, MP-Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau kembali melakukan pembagian sembako tahap lll di tujuh kelurahan dalam wilayah Kecamatan Barat l.

Pelepasan armada pengangkut sembako dipusatkan di Posko Induk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau, Selasa (19/5/2020).

Pemerintah kembali bersinergi dengan TNI dan Polri yang dikoordinator oleh Danramil 406-08/Lubuklinggau Kapten (Inf) Welly Edward Roni.

Welly Edward Roni menyampaikan tugas hari ini sangatlah berat, jadi perlu mengkroscek warga yang menerima. Jika ada warga yang sudah menerima harap ditarik dan dilaporkan kembali.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau, Surya Darma mengatakan untuk tahap III, paketnya berupa 10 kg beras, setengah karpet telur, setengah dus mie instan, minyak 1kg, setengah kilogram gula dan setengah kilogram ikan asin.

Adapun rincian penerima sembako tahap III adalah Bandung Ujung 277 paket, Lubuk Aman 165 paket, Pelita Jaya 256 paket, Watas 104 paket, Kayu Ara 358 paket, Tanjung Aman 183 paket danTanjung Indah 318 paket dengan jumlah keseluruhan 1.660 paket.

Pembagian masih dilakukan dengan cara “door to door” untuk menghindari kerumunan massa. (*)

Bupati Musirawas Bagikan Sembako Sempurna Kepada Warga

0

MUSIRAWAS, MP – Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan didampingi Ketua DPRD Mura Azandri memberikan secara langsung paket Bantuan Sosial (Bansos) Sempurna.

Pembagian Sembako di fokus untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Desa Simpang Gegas Temuan Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK). Selasa (19/05/2020).

Bupati H Hendra Gunawan berharap semoga bantuan sembako yang disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam menghadapi wabah covid-19 serta dapat menjaga dan meningkatkan imunitas bagi masyarakat.

Disisi lain, Karna, salah satu warga Desa Simpang Gegas Temuan Kecamatan TPK penerima bantuan mengucapkan banyak terimakasih kepada Bupati yang telah memberikan bantuan paket sembako tersebut.

“Alhamdulillah, terimakasih pak Bupati, bantuan ini sangat membantu dan bermanfaat bagi saya dan keluarga,” ucap Karna.(Dom)